Tentang Kita

Tentang Keluarga Kita

Berawal dari keresahan tentang peran orangtua sebagai pendidik utama dan pertama anak, pada 2013 lahir inisiatif bernama 24hourparenting. Diniatkan sebagai pemantik percakapan tentang pendidikan keluarga, hadir untuk melawan berbagai miskonsepsi dalam dunia pengasuhan. Berwujud website dan konten di media sosial, ini adalah awal lahirnya Keluarga Kita.
 
Pada 2015, secara resmi 24hourparenting berubah nama menjadi Keluarga Kita, sebagai organisasi berbadan hukum dengan nama Yayasan Rangkul Keluarga Kita Berdaya.
 
Selain menyusun kurikulum pendidikan keluarga berbasis riset dan pengalaman dengan niat sebagai upaya untuk berkontribusi dalam perubahan pendidikan Indonesia, kami juga menginisasi Rangkul (Relawan Keluarga Kita) yang berperan sebagai penggerak pendidikan keluarga.
 
Sejak itu, semua bergulir dengan cepat. Rangkul menyebar dari awal terbentuknya yaitu di 8 kota di wilayah Jabodetabek hingga kini (2021) di 142 kabupaten/kota. Modul-modul pengasuhan yang kami lahirkan juga semakin kaya dengan ragam topik seiring dengan perubahan kebutuhan keluarga Indonesia, termasuk di masa pandemi.
 
Energi terbesar kami datang dari respons para orangtua yang semangat belajar dan terus memperbaiki diri. Bekal utamanya adalah keinginan besar untuk dapat mencintai dengan lebih baik atau populer juga dengan nama Prinsip Cinta.

PRINSIP CINTA

Prinsip CINTA adalah panduan yang lahir dari keyakinan bahwa tidak ada orangtua yang sempurna dan karenanya pengasuhan bukanlah urusan personal melainkan komunal serta perlu kita upayakan bersama. Simak penjelasan Najelaa Shihab, Pendiri Keluarga Kita tentang mencintai dengan lebih baik di sini. (hyperlink)
Keluarga Kita kini menyediakan berbagai materi belajar untuk orangtua yang mudah diakses dan terus menguatkan peran penggerak pendidikan keluarga untuk mencapai tujuan kita bersama yaitu anak-anak Indonesia yang kompeten.

Najelaa Shihab

Pendiri

Yulia Indriati

Direktur

Gita Kartabrata

Manajer Kurikulum

Siti Nur Andini

Manajer Program

Fia Helmi

Manajer Kemitraan

Wicahyaning Putri

Manajer Pengelolaan Kanal dan Produksi Konten

Nadia Iffatul Ulya

Manajer Kemitraan Sekolah

Carolina Ria Oktaviani

Koordinator Penggerak

Yunita Fransisca

Penyusun Modul

Lutfiana Nisa Wiegati

Koordinator Data _ MEL

Ayu Rakhmi

Penyusun Modul

Tiara Erlita

Pengelola Modul

Venia alyisia

Kreator Konten

Alifia Kartika

Manajer Kemitraan Korporasi

Umu Ainia

Konsultan Sekolah

Mega Anissa

Analisa Digital

Handayani Kariko

Pembina

Ika Sari Damayanti

Koordinator Pembelajaran

Ikuti update aktivitas kami di​

image

Teras Sebelas

Jl. Jeruk Purut No. 11 Cilandak Timur Jakarta Selatan

Email: halo@keluargakita.com

Keluarga Kita

Riza khawatir banget anak jadi manja dan lembek. Dia pengen anaknya tumbuh jadi tangguh. Walau begitu Riza nggak setujudengan bentuk hukuman seperti bentakan, cubitan, dan ancaman. Riza juga selalu kasih kesempatan anak untuk berpendapat. Nah tapi, Riza masih sering pakai sogokan atau reward untuk bikin anaknya jadi nurut. Cara instan seperti ini dipakai Riza karena masih susah cari cara lain, Riza sadar kok akan hal ini. Walau bingung, tapi Riza ngerasa belum perlu belajar parenting dengan cara ikutan kelas-kelas parenting, Riza lebih suka belajar sendiri, baca-baca atau diskusi sama istri.