Tahapan Perkembangan Remaja

Kenapa sih anakku? 

Dulu kalau diajak pergi selalu langsung mau. Sekarang punya 1001 alasan untuk tetap di rumah.

Dulu kalau dibilangin selalu dengerin. Sekarang malah sering melawan.

Dulu senang dipeluk. Sekarang duduk dekatku saja enggan.

Dulu semua diceritakan. Sekarang aku harus berpikir keras mencari cara agar ia lebih terbuka.

Dulu aku adalah orang pertama yang selalu dicarinya. Sekarang aku menjadi nomer sekian setelah gadget dan teman-temannya.

Dulu ia dekat denganku. Sekarang terasa jauh.

Semua perasaan di atas sering menyelimuti para orang tua remaja. Bingung dan tidak tahu harus apa.
Ketika orangtua memahami tahap perkembangan anak remaja, mereka akan tahu bahwa semua perubahan perilaku tersebut sangat dipengaruhi oleh lonjakan hormon, tekanan dari teman atau peer pressure dan rendahnya keyakinan diri.

Anak sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari semua pihak untuk melalui masa sulit ini.  Tidak hanya orangtua, tapi juga saudara, kakek nenek, guru dan anggota keluarga lainnya.

Di bawah ini adalah tahapan perkembangan anak remaja yang perlu kita ketahui: 

  • Early Adolescence (9-13 tahun)
  1. Menunjukkan perilaku negatif terhadap kekuasaan atau wewenang orangtua
  2. Mengetes batasan atas aturan yang berlaku dalam keluarga
  3. Sifat kekanak-kanakan cenderung muncul ketika stress
  4. Pubertas, yaitu yaitu meningkatnya produksi keringat, tumbuhnya rambut pada tubuh, terjadi menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki
  5. Saran untuk orangtua: Berusaha untuk mengelola emosi dan menunjukkan
    perilaku positif ketika menghadapi anak
  • Mid Adolescence (13-15 tahun)
  1. Teman adalah segalanya.  Kita sama dengan aku.
  2. “Saya ingin bebas mengeksplorasi hal-hal baru dan berbeda”
  3. Menunjukkan perilaku berbohong
  4. Keinginan untuk mandiri dan tidak tergantung pada orang tua lebih besar
  5. Popularitas diantara teman dan lingkungan menjadi isu penting
  6. Saran untuk orangtua: Memberikan kebebasan sosial pada anak, namun tetap dalam pengawasan yang tidak berlebihan dan tidak memaksakan kehendak.
  • Late Adolescence (15-18 tahun)
  1. Berakting lebih tua dari usianya
  2. Mulai tertarik dan kencan dengan lawan jenis
  3. Suka menunda pekerjaan
  4. Saran untuk orang tua: Memberikan kesempatan serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab pada anak untuk mejadi mandiri dan dewasa.
  • Trial Independence (18-23 tahun)
  1. Mengerjakan sendiri apa yang ingin mereka lakukan
  2. Lebih fokus pada masa depan
  3. Memiliki hubungan yang lebih serius dengan lawan jenis
  4.  Kehidupan sosial dan tradisi budaya menjadi bagian penting dalam hidup mereka
  5. Saran untuk orangtua: Memberikan keleluasaan pada anak dalam bersikap namun tetap membantu ketika anak membutuhkan saran dan bantuan dalam memecahkan masalah.

Leave a Reply