Relasi ortu-anak dan pendidikan seksualitas seperti apa yang diperlukan?

13

Penting untuk bicara dengan tenang, jangan naikkan suara. Langsung bahas saat anak tertangkap basah. Ini momen yang tepat untuk diskusi.

14

Pantau anak setelah itu. Ajak anak untuk lebih banyak berkegiatan supaya pikirannya tidak tersita pada seks. Yang penting, tunjukkan bahwa jalur komunikasi tetap terbuka, bahwa anak bisa bertanya apa saja pada kita.

15

Jika anak ternyata melakukan apa yang dilihatnya dalam materi pornografi, misalnya, masturbasi,langkah pertamanya juga adalah ajak bicara.

 16

Bahas bersama tentang dorongannya muncul saat apa, apa yang anak rasakan dan ingin ketahui. Setelah itu, anak harus diberi kegiatan lebih banyak.

17

Jika yang dilakukan lebih dari itu dan melibatkan orang lain, intinya, anak harus menerima apa pun konsekuensinya. Namun, di sini, posisi orangtua harus mendukung anak. Artinya, dia harus dibimbing dalam setiap konsekuensi yang harus dijalani. Pasti dimarahi, tapi jangan biarkan dia sendiri.

18

Jika yang dilakukan adalah cium bibir atau berpegangan tangan, ingatkan secara baik-baik bahwa karena sudah melibatkan orang lain, anak harus tahu bahwa penting baginya untuk menghormati diri orang lain.

19

Ajak bicara tenang. Kan orangtua juga pernah remaja dan merasakan gejolak yang sama.

20

Hal utama harus disampaikan adalah ingatkan kembali tentang nilai-nilai dalam keluarga dan agama. Ingatkan lagi kapan boleh mulai pacaran, bahwa yang utama saat ini adalah belajar sehingga segala kegiatan yang mendistraksi tidak diperbolehkan.

21

Ini juga bisa menjadi momen refleksi yang penting untuk orangtua. “Apakah anak sudah cukup sering ditemani? “Apakah selama ini terlalu membebaskan?”

22

Banyak orangtua yang panik mendengar anaknya pacaran, tapi memperbolehkan anak pergi nonton hanya berdua dengan lawan jenis, atau jika anak bepergian, orangtua tidak mengecek dia pergi bersama siapa dan ke mana, atau anak diberi kendaraan dengan supir dan bebas ke mana saja.

23

Bangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan anak. Selalu konsisten dengan aturan dan tidak panik. Jangan sampai kita memberikan ‘mixed message’, misalnya tidak boleh browsing aneh-aneh, tapi anak diberi gadget tanpa kesepakatan bersama.

24

Intinya, remaja harus ditemani dan dibimbing, bukan dijaga. Mereka perlu kebebasan, tapi tetap ada batasannya.

 

Leave a Reply