Soleh: “Jadi nggak sembarangan lagi meledek orang … “

Soleh Solihun dikenal sebagai stand-up comedian, penulis buku, penyiar radio dan juga host di acara televisi. Menikah dengan Tetta Riyani Valentia, juniornya di kampus Fikom Unpad, dan dikaruniai anak lelaki yang lahir 26 Oktober 2012, Iggy Kastara. Soleh mengaku kurang ekspresif dan datar dalam berbagai suasana. Coba cek jawaban-jawabannya di #Famil24Q kali ini, gimana menurut Anda? :)) 

Apa cita-cita waktu kecil? Sekarang terwujud enggak?

Ada dua cita-cita waktu kecil: jadi anggota ABRI dan ustadz. Jadi tentara, karena saya pikir orang berseragam itu gagah, berwibawa. Jadi ustadz, kayaknya selain karena waktu kecil masih cukup religius [hehe], juga karena saya menyukai KH Zainuddin MZ. Tahun ’80-an akhir, kaset dakwah dia cukup populer di masyarakat. Ada sunatan, ada kawinan, pasti ada yang nyetel kaset dakwah dia yang kocak. Bapak saya, pernah beli satu kaset dakwah Zainuddin MZ. Saya terbahak-bahak setiap mendengarnya. Akhirnya saya pengen jadi ustadz. Plus, karena saya pikir, kalau jadi ustadz pasti masuk surga. Haha. Tapi, cita-cita itu tak ada lagi di benak setelah saya ikut paskibra saat SMA. Baru semi militer aja saya tak betah, apalagi militer beneran. Dan karena, waktu kelas 6 SD, melihat John Travolta di film Grease dengan jaket kulit dan celana jinsnya, maka saya tak ingin lagi jadi ustadz. Sesungguhnya jaket kulit terlihat lebih keren di mata saya ketimbang sarung dan baju koko. Hehe. 

Gimana dulu ketemunya sama pasangan? Siapa naksir duluan?

Ketemu di kampus Fikom Unpad. Kami beda 7 tahun. Kenalnya ketika saya udah lulus. Satu hari, saya diminta jadi pembicara di salah satu mata kuliah. Nah, di hari itu, istri saya, yang jadi salah satu panitia malam keakraban Himpunan Jurnalistik Fikom Unpad, mendatangi saya. Dia dan temannya mengundang saya datang ke acara malam keakraban. Di situ saya langsung naksir. Dia mah kayaknya biasa aja. Haha.  

 Apa reaksi pertama pas test pack istri positif? 

Seperti biasa, muka saya datar. Haha. Istri saya agak protes karena saya tak menunjukkan wajah sumringah dan ekspresi bergembira. Bukan apa-apa, saya mah memang begitu. Sedih senang  juga lebih sering datar. Hehehe. 

 Ada persiapan khusus buat menyambut bayi? Ikutan kelas atau just go with it?

Persiapannya ya, install aplikasi di smartphone yang bisa ngasih tau segala macam info soal bayi, ikut kelas AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) demi sukses menyusui, ikut kelas senam hamil. Yah pokoknya mah, segala macam kegiatan yang kiranya bakal membantu kelancaran menyambut bayi, saya ikuti. 

Apa yang paling diinget pas istri melahirkan?

Rambut bayi saya yang tebal itu, terlihat keluar duluan. Agak kaget juga pas keluar, berlumuran darah serta cairan, jadi inget film-film alien. Haha. 

Gimana kehebohan bulan-bulan awal punya bayi? Ketiduran di kantor nggak?

Nggak ada momen ketiduran di kantor. Hehe. Saya susah tidur, cuma seminggu pertama. Selebihnya mah, tidur tak terganggu. Soalnya, kalau bayi bangun, ya tinggal disusui sama istri, pasti berhenti nangisnya. Ya, saya kan nggak menyusui, jadi buat apa ikut bangun? Hehe. Kehebohan yang paling membuat kami bingung sih, paling cuma dua malam ketika bayi kami tak berhenti menangis. Disusui tetep nggak diem, dipangku juga nggak berpengaruh. Itu doang sih, selebihnya mah tak ada kehebohan yang berarti. 

Momen apa yang bikin ngerasa “Oh, gini ya jadi orangtua.”?

Pas bersihin pup dan popoknya. Hehe.

Apa yang paling mengagetkan antara “ekspektasi” dengan “realita” saat punya bayi?

Ekspektasi saya bakal direpotkan, diganggu waktu tidurnya. Soalnya, ketika baru lahir, sebagian besar komen di Twitter, soal betapa waktu tidur akan terenggut, betapa merepotkannya mengurus bayi. Ternyata tidak, tuh. Baik-baik saja. Paling ya, ekspektasinya sih, tadinya kami bisa tetep tinggal di rumah, terus pas berangkat kerja, bayi dititip di rumah mertua, terus pas pulang malem, kami balik lagi ke rumah. Ternyata karena sering agak malem pulangnya, jadinya rencana pulang pergi setiap hari ke rumah sendiri tak terlaksana. Jadinya kami di hari kerja, di rumah mertua, karena saya tak mau meninggalkan anak bersama orang asing. Plus, rumah saya juga kecil, cuma punya dua kamar tidur, tak mungkin ada pembantu atau baby sitter ikut tinggal di rumah. 

IMG_0371

Being a parent makes you a better person. Apa yang paling berubah dari diri sendiri setelah jadi orangtua?

Jadi tak sembarangan lagi ketika meledek orang. Hehe. Ya misalnya, dulu ketika belum punya anak, saya sering meledek cowok ngondek. Sekarang saya biasa saja. Soalnya takut karma. Hehe. 

Bapak-bapak biasanya jarang bisa multitasking.  Tapi, setelah punya anak, berapa banyak hal yang pernah dilakukan sekaligus di saat yang bersamaan dan apa aja? 

Tidur sambil nemenin atau jagain anak tidur, itu termasuk multitaksing kan ya. Haha.

What is your weirdest 24 hour as a parent?

Hmm… pertanyaan yang sulit. Saya tak tahu jawabannya. Hehe. 

Kalau punya kantong Doraemon, bakal keluarin alat apa untuk mengatasi tantangan orangtua yang mana?

Alat untuk nyebokin dan gantiin popok. 

Kegiatan bapak-anak apa yang paling favorit? Permainan? 

Duduk di sofa, nonton TV sambil nunggu ibu masak.

Now you’re a parent, how do you see your parents? What’s the best and the worst of them?

Pake bahasa Indonesia aja ya jawabnya. Grammar saya buruk. Haha. Sekarang saya melihat orangtua saya orangtua yang baik. Soalnya telah mendidik saya sehingga saya punya landasan yang kuat. Meskipun bergaul dengan berbagai macam orang, saya bisa menyaring mana yang baik mana yang buruk, tanpa harus membatasi pergaulan. 

If your family is a rainbow, warna apa yang yang mewakili setiap anggota keluarga? Kenapa begitu?

Iggy: Putih. Kan dia masih polos. Baru aja 17 bulan di dunia. Belum ada dosa. 

Tetta: Merah. Karena fun, ceria, tapi kalau lagi marah bisa galak. Misalnya: Kalau lagi marahin keponakan yang susah dikasih tahu.

Saya, hmmm, abu-abu aja deh. Kan, Gemini. Saya kurang ekspresif. Dan saya sering menganggap saya ini nggak seru. Datar. Abu-abu lah kayaknya pas. Udah tercemari dosa tapi nggak gelap-gelap amat. Masih ada sisi relijiusnya. Haha. 

Kebisaan atau kelebihan apa yang dipunyai pasangan yang sangat dikagumi?

Meskipun baru punya anak satu, istri saya sangat lihai mengurusi anak saya. 

How do you deal with each other? Siapa yang nyamperin duluan kalo lagi marahan?

Ya kalau saya yang marah duluan, saya yang nyamperin duluan. Begitu sebaliknya. 

Kegiatan apa yang seneng dikerjain berdua bareng pasangan? eg. Naik sepeda, main online game.

Nonton dan belanja. Hehe. 

Apa resep favorit keluarga?

Semua yang dimasakin istri saya, saya suka kok. Dia juga tau, saya mah makan nggak ngerepotin permintaannya. 

Kalau rumah banjir, benda apa yang bakal diselametin duluan?

Surat-surat penting dan logam mulia. Haha. 

IMG_5660

What is your happiest moment as a parent?

Ketika anak saya, Iggy Kastara lahir pada 26 Oktober 2012, dan melihat istri saya, Tetta Riyani Valentia berkaca-kaca memangku Iggy untuk pertama kalinya masih di ruang bersalin.

What is your ultimate wish as a parent?

Bahwa anak saya menjadi orang yang bisa survive di kehidupan, berguna buat orang lain, dan hidupnya bisa bahagia serta punya keluarga yang bahagia juga.

 

Leave a Reply