Wajarnya Kebingungan Remaja dan Ortunya

Masa remaja tidak hanya membawa perubahan perilaku dan kegalauan pada anak, namun juga kebingungan dan rasa frustrasi pada orang tua. Perasaan tidak kuasa mengontrol anak dan rasa bersalah akan kesibukan seringkali berujung pada emosi yang sulit dikelola dan menyalahkan diri sendiri.

Padahal semua “ketidakwajaran” perilaku dan perasaan tersebut sebenarnya masih merupakan kewajaran ketika anak dan orangtua berada dalam fase perkembangan ini.

Apa yang wajar dirasakan orangtua anak remaja?

a. Rasa kehilangan akan kedekatan atau persahabatan dengan anak
“Saya rindu dekat dengan anak. Ingin rasanya mengetahui lebih banyak tentangnya, tapi sekarang saya hanya boleh tahu sedikit”
b. Tidak adanya kesamaan dalam minat
“Sekarang anak menyukai sesuatu yang saya sendiri tidak memahaminya. Malah saya sering ditertawakan karena dianggap gak mengerti tren!”
c. Rasa kehilangan dimintai persetujuan atau izin
“Si anak tidak lagi ingin menyenangkan saya. Saya tidak lagi penting di mata mereka”
d. Tidak nyaman dengan meningkatnya perasaan emosional
“Anak tidak memahami kekhawatiran saya. Saya marah karena saya ingin dia aman dan terhindar dari hal yang tidak baik”
e. Rentan terhadap pujian
“Bangga rasanya ketika orang memuji kehebatan anak saya! Orang tua sibuk bekerja tapi anak tetap berprestasi. Makanya saya terus mendorongnya belajar!”
f. Takut mengecewakan orang lain
Saya khawatir kalau anak berperilaku tidak sesuai dan membuat orang lain kecewa!”
g. Rentan merasa bersalah
“Kalau saya banyak melarang anak dan kemudian dia berubah sikap, saya khawatir nanti akan semakin jauh”

Apa yang wajar anak remaja rasakan saat ini?

a. Malu
“Orang tua tidak tahu kalau saya malu dengan perubahan tubuh saya. Saya merasa semua mata memandang saya!”
b. Rahasia dan kepercayaan
“Saya sudah besar. Tentunya saya butuh ruang pribadi dimana saya bisa menghabiskan waktu melakukan hobi dan berpikir”
c. Kejelasan dan ingin didengarkan
“Orang tua selalu merasa paling benar. Tidakkah mereka tahu bahwa saya pun ingin pendapat saya didengarkan?”
d. Takut
“Saya merasa orang tua tidak lagi memahami saya. Mereka terus menuntut saya bisa melakukan semuanya dengan benar dan mandiri!”

 

 

 

Leave a Reply