Hal-Hal yang Wajar Dirasakan dalam Hubungan Keluarga tapi Tidak Pernah Dikatakan

1. Istri atau suami yang mengasuh anak di rumah sering merasa tidak berarti dan tidak dihargai sehingga menjadi lebih sensitif. 

Mengenali kebutuhan anggota keluarga lain dan berespons tepat atas kebutuhan tersebut adalah kunci hubungan yang sehat.

2. Perhatian terfokus pada anak sehingga sebagai pasangan suami/istri merasa kurang diperhatikan.

Bagaimana kita memperlakukan siapa pun dalam keluarga kita, akan menjadi pengalaman penting bagi anak dalam memperlakukan keluarganya kelak.

3. Orangtua selalu merasa lebih benar dan paling tahu akan kebutuhan anaknya.

Salah satu tugas orangtua yang terberat adalah mendengarkan anak serta mengajukan pertanyaan yang tepat pada anak sehingga anak mampu mengenali kebutuhan dirinya dengan baik. Orangtua juga perlu belajar dari pihak lain, misalnya orangtua lain atau kakek-nenek.

4. Tidak tahu cara berkomunikasi yang efektif dengan anggota keluarga. 

Cara berkomunikasi yang efektif dapat diketahui dengan mengenali dan memahami temperamen, menganalisis masalah dan memaksa diri untuk berkomunikasi intens.

5. Harapan yang tidak sesuai dan kekhawatiran yang berlebihan.

Harapan perlu dikelola agar ambisi orangtua tidak menghambat proses perkembangan anak. Kekhawatiran perlu dikomunikasikan dan ditangani dengan baik, tanpa membuat anggota keluarga lain merasa terhambat.