Apakah yang dimaksud dengan “protective” dan “empowering”?

8

Pada saat anak masuk usia sekolah, di masa mereka sedang belajar bertanggungjawab dengan barang-barang pribadi dan tugas-tugasnya, apakah kita “melindungi” anak dari kesalahan dengan cara mengambilkan PR yang tertinggal di rumah atau membiarkan anak menjalani konsekuensi dan belajar situasi ini?

9

Saat anak sudah cukup bersar di usia 8-10 tahun, apakah kita sudah mulai memberikan tanggung jawab lebih besar yang berkaitan dengan lebih banyak orang misalnya: ia bertanggung jawab membereskan belanjaan bulanan dan memasukkannya ke dalam lemari hingga rapi?

10

Empowering parents adalah orangtua yang memberikan power atau otoritas kepada anak dan membuatnya percaya atas kekuatan dan keberdayaan dirinya.

11

Salah satu ciri utama empowering parents adalah menyadari pentingnya anak memiliki persepsi yang baik atas dirinya.  Anak memiliki kepercayaan diri yang baik untuk mau mencoba hal-hal yang “sulit”.

12

Persepsi baik anak atas dirinya salah satunya diperoleh dari respon tepat orangtua saat anak gagal dan berhasil. Tidak sekedar memuji (“Pinter deh” atau “Hebat!”), tapi mengelaborasi perilakunya, misalnya, “Terimakasih ya sudah berusaha membersihkan bekas tumpahan air di meja” atau “Enak ya kalau mainan selalu dikembalikan ke tempatnya, gampang kan nyarinya?”

13

Hukuman dan ceramah panjang lebar untuk anak yang melakukan kesalahan tidak membantu proses belajar, karena ia akan memiliki persepsi buruk atas dirinya. Dukungan dibutuhkan agar anak mau mencoba lagi.

14

Pujian yang spesifik pada usaha anak saat ia berhasil, membuat anak memiliki persepsi baik atas usahanya dan tidak ragu mengulanginya lagi serta berpotensi untuk mencoba hal yang lebih sulit lagi karena memiliki kepercayaan diri.

15

Kepercayaan orangtua atas kemampuan anak untuk mandiri sangat bergantung dari hal-hal kecil yang dibangun sejak dini. Perlu orangtua yang percaya bahwa anaknya bisa sebelum anak percaya dirinya bisa.

Leave a Reply