Cerita Buku: “Anak Bukan Kertas Kosong” oleh Bukik Setiawan

“Pendidikan itu bukanlah menanamkan, melainkan menumbuhkan. Pendidikan bukanlah mengubah beragam keistimewaan anak menjadi seragam, melainkan menstimulasi anak untuk menjadi dirinya sendiri. Pendidikan bukanlah proses memberi tekanan dari luar, melainkan menumbuhkan keistimewaan dalam diri anak. Pendidikan memfasilitasi tumbuh kembangnya keistimewaan anak agar menjadi orang yang mampu hidup mandiri dan bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya. Pendidikan yang menumbuhkan itu memanusiakan, proses yang membuat seorang anak menjadi manusia seutuhnya.”

“Kehidupan bukanlah keranjang kepiting. Kehidupan bukanlah lomba. Kompetisi hanyalah bagian kecil dari kehidupan, bukan keseluruhan dari hidup kita.”

“Tidak butuh orangtua yang sempurna untuk melakukan pengembangan bakat anak. Pengembangan bakat anak hanya butuh kepedulian orangtua yang lahir dari cinta kasihnya kepada anak.”

Oiya, bagian yang juga saya nikmati dari buku ini adalah kutipan-kutipan dari Ki Hajar Dewantara yang Mas Bukik pilihkan untuk menjadi refleksi kita sebagai orangtua. Saat membacanya yang saya rasakan, kalau istilah jaman sekarang adalah “jleb banget” :p, kok baru baca sekarang 😀 padahal konsep pendidikan dan pengasuhan yang menumbuhkan ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Sungguh memang menjadi orangtua itu penting untuk selalu resourceful dan menjadi pembelajar sepanjang hayat, seperti istilan Mas Bukik di buku ini.

Setiap kali kami mengadakan acara pertemuan atau diskusi dengan para orangtua mengenai pengasuhan dan pendidikan anak, salah satu hal yang paling sering ditanya adalah bagaimana menerapkan semua konsep pengasuhan dan pendidikan yang dibahas menjadi sebuah panduan praktis yang bisa diterapkan begitu sampai di rumah sepulang dari acara diskusi. Nah, pada buku “Anak Bukan Kertas Kosong” ini kita bisa menemukan keduanya, yaitu teman berpikir dan teman yang memberikan panduan praktis untuk mempraktekkannya.

OK baiklah, karena saya sudah berkomitmen untuk tidak menulis panjang, bagi Anda yang ingin mendapatkan warna lain dalam konsep pendidikan dan pengasuhan yang selama ini sudah kita kenal dan alami bertahun-tahun, sempatkanlah untuk membaca buku ini. Setahu saya buku ini mudah didapatkan, di toko buku atau juga cek infonya di sini.

Terakhir, karena membaca buku ini, saya jadi pengen jadi anak-anak lagi dan kembali merayakan belajar 🙂

~ @yuliaindriati, ibunya Nami (7 thn) & NikNik (2,5thn)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply