Cerita Buku: “Anak Bukan Kertas Kosong” oleh Bukik Setiawan

 

Saya bukan tipe pembaca buku yang ragu untuk melipat ujung halaman buku kalau saya rasa halaman itu perlu ditandai dan penting. Saya juga nggak ragu menekuk halaman buku ke belakang, supaya saya bisa lebih nyaman baca halaman yang sedang saya nikmati. Sudah banyak buku yang tertindih dan terselip di bawah bantal saya. Tak terkecuali buku “Anak Bukan Kertas Kosong” karya Mas Bukik ini.

Saat saya menyelesaikan setengah akhir buku ini, saya melihat sudah banyak lipatan di setengah awalnya. Meski terlihat keriting, tapi masih karena alasan yang sama: banyak halaman yang penting untuk ditandai dan bukunya layak dibaca sampai selesai.

Saya mau lompat dulu sebentar ke topik positive discipline. Kenapa? Karena persoalan disiplin bukan saja paling sering menjadi kegalauan orangtua, tapi juga karena positive discipline sangat beririsan dengan buku “Anak Bukan Kertas Kosong”.

Saya mengenal lebih dalam konsep positive discipline saat saya menjadi bagian dari tim yang mengelola web 24hourparenting.com ini, dari tulisan dan materi yang dibawakan Psikolog Najelaa Shihab (penulis dan founder 24hourparenting.com) yang melingkupi hal yang sangat sehari-hari antara orangtua dan anak, yaitu: membantu anak mampu mengatur dirinya sendiri (self-regulated), tentang ketidakefektifan mekanisme reward dan punishment (yang tidak jarang dipertanyakan oleh orangtua saat diskusi), dan tentang membantu anak memiliki persepsi baik atas dirinya yang tujuan utamanya adalah menyiapkan diri agar kelak mampu menghadapi hal-hal yang sulit dalam perjalanan hidupnya.

Lantas, membaca “Anak Bukan Kertas Kosong” ini seperti berada di “rumah” sendiri. Konsep pengasuhan dan pendidikan yang digelar oleh Mas Bukik dalam buku ini yaitu: menumbuhkan bukan menanamkan, adalah juga menjadi prinsip dasar positive discipline, namun tentunya dalam lingkup yang lebih luas, bukan hanya dalam hal pendisiplinan. Saya katakan seperti berada di “rumah” sendiri karena saya senang sekali bahwa “Anak Bukan Kertas Kosong” menjabarkan hal-hal prinsip dalam pengasuhan dan pendidikan yang kami di 24hourparenting.com juga percayai.

Saya ingin mengutip beberapa paragraf favorit yang sudah saya tandai. Sebenarnya ada banyak, tapi agar tulisan ini tidak terlalu panjang, saya kutip 3 saja:

Leave a Reply