Ide Permainan Informal dan Luar Ruang

Ide Permainan Informal dan Luar Ruangfeatured

Begitu banyak ide permainan yang dapat dilakukan orang tua dan anak atau anak dengan teman sebayanya.  Beberapa ide permainan kali ini adalah contoh permainan informal dan luar ruang.  Permainan informal adalah ketika anak bermain bebas melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian mereka.  Kegiatan yang dilakukan spontan akan membantu anak untuk lebih kreatif dan belajar untuk bertanggung jawab.  Sementara permainan luar ruang adalah kegiatan bermain yang dilakukan di luar ruangan.  Bermain di luar membantu melatih kekuatan otot dan koordinasi tubuh.

PERMAINAN INFORMAL

A. Mendorong kereta belanja/trolley di supermarket

Jumlah pemain: 2-3 orang

Alat yang diperlukan: Kereta belanja

Keterampilan: Motorik kasar dan halus, kognitif, bahasa

Cara bermain:

1. Orang tua mengajak anak ke supermarket untuk belanja bersama

2. Pada beberapa supermarket, tersedia trolley kecil khusus anak.  Anak dapat mendorong sendiri trolley-nya (motorik kasar).  Apabila tidak ada, anak dapat membawa keranjang kecil.

3. Anak dapat ikut membantu orang tua memilih dan mengambil barang-barang belanjaan (kognitif dan motorik).  Bebaskan anak untuk berimajinasi ketika mereka mendorong trolley atau membawa keranjang kecilnya.

4.Orang tua dapat membantu memberikan ide ke anak, misalnya pura-pura menganggap trolley sebagai mobil pengangkut barang.  Mobil ini harus mengangkut semua pesanan barang (barang belanjaan) ke gudang (kasir).

5. Ketika barang sudah sampai di gudang (kasir), tiap barang akan diperiksa (dihitung).

B. I Spy

Jumlah pemain: 2 orang atau lebih

Alat yang diperlukan: Tidak ada

Keterampilan: Kognitif, bahasa

Cara bermain:

1. Permainan ini dapat dilakukan ketika dalam perjalanan, di ruang tunggu dokter, di supermarket dan lainnya.

2. Permainan ini menggunakan kalimat “I spy with my little eye…” atau “Saya memata-matai dengan mata saya…”

3. Contoh ketika dalam perjalanan, secara bergantian, orang tua memulai pertanyaan dengan “Saya memata-matai dengan mata saya sebuah benda besar yang berada dipinggir jalan, besar, berwarna coklat dan hijau…” .  (Kemampuan bahasa)

4. Berikan waktu pada anak untuk mencoba menebak benda apakah itu (kemampuan kognitif).  Apabila anak belum bisa menebak, maka orang tua dapat menambahkan beberapa petunjuk.  Berikan kesempatan lagi pada anak untuk menjawab.

5. Lakukan permainan ini secara bergantian.  Permainan ini mudah dilakukan dimana saja dan disenangi oleh anak.

PERMAINAN LUAR RUANG

A. Berburu binatang

Jumlah pemain: 2 orang atau lebih

Alat yang diperlukan: Mainan plastik binatang 10 buah

Keterampilan: Motorik kasar, kognitif, bahasa

Cara bermain:

1. Sebelum bermain, orang tua menyembunyikan mainan plastik binatang yang ada di sekitar area yang sudah ditentukan.  Misalnya taman.

2. Orang tua membuat daftar 10 binatang yang harus dicari oleh anak.  Untuk anak usia kecil dan belum bisa membaca, orang tua dapat menggambar bentuk binatangnya.  Sementara untuk anak yang lebih besar dan sudah bisa membaca (kognitif dan bahasa), orang tua dapat menuliskan ciri-ciri dari binatang tersebut.  Misalnya kelinci.  Maka yang ditulis pada kertas adalah  “Binatang ini memiliki telinga yang panjang, senang makan wortel dan suka melompat”.

3. Pada awal permainan orang tua menjelaskan peraturan dan waktu permainan.

4. Setiap anak memegang daftar dan harus mencari (motorik kasar) semua binatang yang ada pada area yang sudah ditentukan.

5. Ketika waktu mencari berakhir, anak yang paling banyak mendapatkan binatang dalam daftar menjadi pemenang.

B. Pass the Water

Jumlah pemain: 3 orang atau lebih

Alat yang diperlukan: Gelas dan air

Keterampilan: Motorik kasar, bahasa, kognitif

Cara bermain:

1. Anak  dan beberapa teman berbaris dengan menghadap kearah yang sama.

2. Setiap anak memegang sebuah gelas plastik.

3. Anak yang berada diurutan pertama memegang gelas berisi air.

4. Tanpa melihat, anak pertama akan menuangkan gelas berisi air ke gelas yang dipegang orang kedua, dengan cara mengangkat gelas diatas kepalanya (motorik kasar).

5. Orang yang berada diurutan baris kedua berusaha menepatkan (motorik kasar) gelasnya agar air yang dituangkan oleh orang pertama tidak tumpah.  Orang kedua melakukan hal yang sama kepada orang ketiga dan seterusnya.

6. Dengan kemampuan kognitifnya, anak memikirkan strategi mana yang paling baik agar air dapat berpindah dengan mudah dan tidak tumpah.

7. Anak juga dapat menginstruksikan (kemampuan bahasa) temannya agar tepat menuangkan airnya.

Selamat bersenang-senang!

About the author

Keluarga Kita

Semoga kami bisa menjadi teman seperjalanan yang asik untuk para orangtua. Silakan berkeliling, selamat membaca :)

Add comment