Mencegah Tantrum

Mencegah Tantrumfeatured

Hal-hal yang harus dilakukan orang tua untuh mencegah terjadi tantrum/power struggle:

Jelas dan konsisten

Buatlah kesepakatan sederhana dan jelaskan pada anak mengenai hal itu. Orangtua harus konsisten dan anak perlu tahu konsekuensi yang akan ia hadapi apabila aturan tersebut tidak dilaksanakan. Hindari memberikan peringatan yang tidak masuk akal
. Apabila orangtua sering mengancam dan tidak menjalankan apa yang dikatakan,  kepercayaan dan hubungan anak dan orang tua menjadi tidak baik.

Menjalankan Rutinitas

Orangtua secara konsisten menjalankan rutinitas sehingga anak mengerti apa yang dapat dan tidak dapat ia lakukan.

Mengantisipasi atau plan ahead

Orangtua harus mengenal situasi yang akan membuat anak tantrum.  Dengan begitu orang tua dapat mencegah dan mempersiapkan kebutuhan anak sebelumnya. Misalnya: menyiapkan makanan dan mainan anak di mobil untuk menghadapi jalanan macet dan bosan, atau

Empati: Mendengar dan Menerima Perasaan Anak

Memahami perasaan anak berarti orang tua mau mendengarkan dan tidak mengambil keputusan sepihak untuk anak.

Beri Pilihan

Beri anak kesempatan untuk membuat keputusan
. Membiarkan anak memutuskan pilihannya sendiri melatih kemampuannya dalam membuat keputusan dan memiliki kontrol atas dirinya.  Pastikan bahwa beberapa pilihan anak tersebut memang dapat anda terima sebelum diberikan padanya.

Tenang dan Kelola Emosi Kita

Kelola emosi kita dan respon emosi kita dengan baik. Rasa bersalah, khawatir akan anggapan orang lain adalah emosi-emosi yang perlu kita kelola agar tindakan kita tidak semata untuk menguntukan diri kita tapi tidak kondusif untuk anak.. Pahamilah bahwa kita perlu mendidik anak kita untuk kebaikannya kelak dan bukan dengan berpura-pura menjadi orangtua yang sempurna di depan orang lain.

“Time Out”

Time out dapat dilakukan saat anak tantrum, tapi bukan untuk tujuan menyetrap atau menghukum, melainkan untuk sama-sama menenangkan diri. Beri waktu anak mengekspresikan emosi, dan beri waktu pada diri kita untuk mengelola emsoi. Pastikan anak dalam keadaan aman.

Memiliki ekspektasi atau harapan yang masuk akal

Hindari memberikan anak target atau ekspektasi di luar kemampuannya.  Orangtua wajib mengenal dan memahami kemampuan dan karakter anak. Misalnya: apabila anak mengalami hambatan dalam bahasa, maka orang tua perlu berusaha lebih untuk memahami kebutuhan dan mengenal emosi anak sehingga ia dapat mengekspresikan perasaannya.

 

About the author

Keluarga Kita

Semoga kami bisa menjadi teman seperjalanan yang asik untuk para orangtua. Silakan berkeliling, selamat membaca :)

Add comment